NAMA : KETTA MUTIARA SAURY
NPM : 14212050
KELAS : 3EA05
MAKALAH PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA
BAHASA INSONESIA
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
LATAR BELAKANG MASALAH
Indonesia adalah Negara kepulauan
terbesar di dunia. Jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2010 mencapai
237.641.326 jiwa. Mayoritas penduduk Indonesia beragama islam yaitu sebanyak 209.840.000
jiwa sehingga Indonesia adalah Negara dengan penduduk muslim terbesar
di dunia. pada dasarnya muslim Indonesia adalah muslim yang taat.
Hal ini bisa dibuktikan dengan banyaknya kaum muslim Indonesia yang ingin
menyempurnakan islamnya dengan cara berangkat haji ke makkah arab Saudi dan
banyaknya jumlah masjid yang didirikan oleh kaum muslim Indonesia baik yang
berasal dari wakaf masyarakat maupun dari pemerintah. Jumlah jamaah haji
Indonesia tahun 2010 tercatat sebanyak 211.000 jamaah. Angka yang sangat
besar meski ongkos naik haji sangatlah mahal akan tetapi banyak umat
muslim Indonesia yang ingin menunaikannya meski harus antre berangkat
hingga 8 tahun setelah pendaftaran. Data Departemen Agama Republik
Indonesia tahun 2004 jumlah masjid di Indonesia mencapai 643.834 buah,
angka yang fantastis meski harga tanah sangat mahal. Dengan demikian,
data-data di atas bisa dijadikan refleksi ketaatan kaum muslim Indonesia kepada
agamanya.
Selain memiliki banyak penduduk muslim
yang taat, Indonesia juga memiliki kekayaan alam yang melimpah.
Minyak bumi, gas alam, pantai, laut, besi, timah, emas, tembaga,
pegunungan berapi, hutan, hasil perikanan dan perkebunan semua ada
berlimpah ruah. Kekayaan sebuah negeri yang sangat ideal untuk
menjadikan Negara tersebut tergolong Negara kaya.
Kenyataan berkata lain, meski banyak
muslim yang taat di Indonesia, kekayaan alam yang berlimpah, Indonesia
ternyata hanyalah Negara berkembang yang menjadi
juara 1 dalam kasus korupsinya. Pendapatan per kapita
Indonesia hanyalah AS$ 2,238 jauh dibawah pendapatan per kapita
Negara tetangganya, Malaysia yang mencapai AS$ 8.140 dan
negeri miskin SDA singapura yang mencapai AS $52.839.
Indonesia hingga saat ini
masih tergolong sebagai Negara berkembang. Teknologi dan
perekonomiannya belum maju serta belum mampu mampu mensejahterakan
rakyatnya. Terbukti, data BPS menunjukkan jumlah pengangguran di
Indonesia pada agustus tahun 2010 mencapai 8.319.779 jiwa. Cadangan
devisa Indonesia pun masih kalah banyak dengan cadangan devisa
negeri tetangga. Cadangan devisa
Indonesia periode Februari 2011 hanya sebesar USD 99,6 miliar sementara
itu devisa Singapura yang notabene nya adalah Negara dengan banyak
penduduk yang tidak menganggap penting agama pada periode Februari 2011
mencapai USD 231 miliar, Thailand USD 174 miliar (Februari 2011) dan
Malaysia USD 106 miliar (November 2010).
Meski tahun 2010
neraca keuangan Indonesia mengalami surplus, penduduk miskin di Indonesia tidak
berkurang signifikan. Data BPS menunjukkan Pengeluaran
Negara Indonesia pada tahun 2010 sebesar Rp. 781.534.000.000.000 dan pemasukan
Negara Indonesia pada tahun 2010 mencapai Rp. 990.502.000.000.000 yang
berarti surplus Rp. 208.968.000.000.000. meskipun demikian jumlah
penduduk miskin Indonesia tahun 2010 mencapai 31.023.400 jiwa. Angka yang
sangat fantastis dan tidak seimbang dengan kondisi neraca keuangan Negara
yang surplus.
Melalui latar belakang kasus yang
ada di atas, penulis ingin mencoba menganalisis kondisi Indonesia dengan
beberapa teori tentang modernisasi. Analisis yang akan dilakukan nantinya
adalah sebuah ujian terhadap teori-teori yang ada. Apakah sesuai
jika diterapkan di Indonesia yang nyatanya hingga saat ini belum menjadi Negara
yang modern baik dari pola berpikir masyarakatnya maupun teknologi, keuangan
dan tata pemerintahannya.
1.2
RUMUSAN MASALAH
a)
Apa itu teori
Modernisasi ?
b)
Apa saja
faktor-faktor pertumbuhan ekonomi ?
c)
Bagaimana
tahap-tahap pertumbuhan Ekonomi di Indonesia ?
1.3
TUJUANMASALAH
a)
Menjelaskan apa
itu Teori Modernisasi
b)
Menjelaskan
faktor-faktor pertumbuhan ekonomi dan bagaimana tahap pertumbuhan ekonomi
Indonesia
c)
Memahami
prinsip ekonomi
BAB III
KESIMPULAN
3.1.Kesimpulan
Perekonomian sebagai salah satu sendi
kehidupan yang penting bagi manusia, oleh al-Qur'an telah diatur sedemikian
rupa. Riba secara tegas telah dilarang karena merupakan salah satu sumber
labilitas perekonomian dunia.
Al-Qur'an menggambarkannya
sebagai orang yang tidak dapat berdiri tegak melainkan secara limbung bagai
orang yang kemasukan syaithan.
Hal terpenting
dari semua itu adalah bahwa kita harus dapat mengembalikan fungsi asli uang
yaitu sebagai alat tukar / jual-beli. Memperlakukan uang sebagai komoditi
dengan cara memungut bunga adalah sebuah dosa besar, dan orang-orang yang tetap
mengambil riba setelah tiba larangan Allah, diancam akan dimasukkan ke neraka
(Qs.al-Baqarah:275).
Berdirinya Bank
Muamalat Indonesia merupakan salah satu contoh tantangan untuk membuktikan
suatu pendapat bahwa konsepsi Islam dalam bidang moneter dapat menjadi konsep
alternatif.
